2 years ago, Posted by: psikio

Mengenali Kepribadian, Macam-macam Tipe Kepribadian Dan Cara Menghadapinya

Secara umum kepribadian merupakan keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Keseluruhan tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapkan dalam situasi tertentu. Dan setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi secara berbeda-beda, sehingga jadi ciri khas pribadinya.

Jenis dan ciri-ciri tipe kepribadian menurut Hippocrates & Galenus:

1. Sanguinis: Tipe sanguinis adalah orang yang sangat bersemangat dalam hidupnya. Ia selalu tampak ceria, hangat, bersahabat, dan sangat menikmati hidup. Hal ini disebabkan karena ia memiliki sifat yang mudah menerima sehingga kesan-kesan dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam hatinya. Seorang sanguinis cenderung lebih mendasarkan perasaanya daripada pemikiranya saat ia mengambil keputusan. Orang sanguinis sangat menyukai kesenangan, mereka jarang sekali membiarkan hatinya bersedih berlama-lama. Ia juga tipe orang yang sangat suka bicara, dengan mudah ia dapat menularkan perasaan semangatnya kepada orang lain melalui perkataanya. Gayanya yang gaduh, bersuara keras, dan ramah membuatnya tampak percaya diri lebih daripada yang sebenarnya.

Kelebihan tipe Sanguinis: Secara emosi: kepribadiannya menarik, pembicara yang baik, suka berbicara, biasanya memukau pendengar, menghidupkan suasana, rasa humor tinggi, emosional dan demostratif, antusias, ekspresif, penuh semangat, periang. Dalam pekerjaan: suka membantu tugas orang lain, tampak hebat, kreatif dan inovatif, menarik perhatian orang lain untuk mengikutinya. Dalam pertemanan: supel, mudah berteman (gaul), menyenangkan, mudah minta maaf, suka dipuji.

Kelemahan tipe Sanguinis: bicara terus menerus (cerewet), suka memonopoli, penyela (biasanya menyela pembicaraan orang lain), menyimpang terlalu jauh dari kebenaran (suka membual).

Cara menghadapi tipe Sanguinis: Kenali kesulitannya dalam menyeleseikan tugas. Sadarilah bahwa mereka berbicara tanpa berpikir lebih dahulu dan terkadang menyinggung persaaan orang lain, tetapi sebenarnya dia hanya bercanda dengan ucapannya. Sadari bahwa mereka menyukai variasi dan fleksibilitas. Bantu mereka agar tidak menerima lebih dari yang mereka bisa lakukan. Pujilah mereka untuk segala sesuatu yang mereka capai. Ingatlah bahwa mereka mudah emosi. Berilah hadiah untuk event-event tertentu, misalnya sedang berulang tahun atau mendapatkan prestasi.

2. Melankolis: Melankolis adalah tempramen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang yang melankolis. Ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak suka citanya, ia bisa saja menjadi lebih extrovert. Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan dirinya sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu mempehitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek secara akurat. Perasaan mereka yang peka dan sensitif juga dapat membuat mereka menjadi pendendam dan sering terlihat murung. Orang melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakanya.

Kelebihan tipe Melankolis: Secara emosi: perasaannya halus, sensitif, dan dalam, analitis, serius, tekun, dan idealis, kreatif, berbakat, rasa seninya tinggi, menyukai keindahan. Dalam pekerjaan: perfeksionis, standart tinggi, orientasi jadwal, tertib dan terorganisir, senang grafik, bagan, gambar, tabel (visual). Dalam pertemanan: hati-hati dalam berteman, setia, mudah terharu, mudah kasihan, menghindari perhatian, tidak suka menonjolkan diri, pendengar yang baik.

Kelemahan tipe Melankolis: menekankan perasaan, jika punya masalah yang berat dia langsung down dan sering terlihat murung, terlalu pendiam, mudah depresi.

Cara menghadapi tipe Melankolis: Ketahuilah bahwa mereka sangat sensitif perasaannya dan mudah sakit hati. Motivasi mereka saat mereka kurang optimis. Mereka perlu bantuan agar tidak mudah tertekan. Pujilah dengan tulus dan penuh kasih sayang. Beri kesempatan mereka jika memang sedang ingin sendiri saja. Berusahalah untuk selalu menepati janji sesuai jadwal dengannya, sebab tipe orang Melankolis selalu ingin tepat waktu.

3. Koleris: Seorang koleris memiliki kemauan kuat dalam mencapai sesuatu. Ia seorang yang berapi-api, aktif, praktis, cekatan, mandiri, dan sangat independen. Ia cenderung bersikap tegas dan berpendirian keras dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Ia tidak perlu dirangsang oleh lingkunganya, tetapi justru ia merangsang lingkunganya melalui ide-idenya yang tidak pernah berakhir, rancangan, sasaran, dan ambisinya. Ia bukan tipe orang yang mudah menyerah terhadap tekanan dari orang lain. Bahkan tekanan tersebut justru semakin mendorongnya untuk terus maju. Bagian yang paling sedikit berkembang dari seorang koleris adalah emosinya. Orang koleris memiliki tempramen yang meledak-ledak. Ia tidak mudah bersimpati epada orang lain. Ia bukan orang yang dengan mudah mengekpresikan perasaanya kepada orang lain. Ia cenderung tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia cenderung bersifat dominan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Kelebihan tipe Koleris: Secara emosi: berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, suka perubahan, selalu memperbaiki kesalahan (introspeksi diri), logis, tegas dan berkemauan kuat, bebas mandiri, tidak mudah menyerah, percaya diri, mampu dalam banyak hal. Dalam pekerjaan: bergerak cepat dalam bertindak, berkembang, bersaing, orientasi pada target, pandai memecahkan masalah, mampu memberikan semangat kepada orang lain. Dalam pertemanan: tidak terlalu tergantung teman, mau bekerja dan memimpin, mau ambil bagian dalam keadaan darurat.

Kelemahan tipe Koleris: sok berkuasa, keinginannya selalu ingin dituruti, egois, suka mengatur.

Cara menghadapi tipe Koleris: Akui bahwa mereka memang berbakat memimpin. Bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah. Sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti. Sadari bahwa mereka tidak berbelas kasihan. Berusahalah membagi tanggung jawab. Mereka biasanya selalu benar.

4. Phlegmatis: Merupakan seorang yang memiliki sifat alamiah pendamai, tidak suka kekerasan. Merupakan orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya meski ia sendiri tidak tertawa. Merupakan pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkunganya, tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakn emosi yang terkandung pada seuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuanya secara total dan menjadi cenderung pasif dan pemalas.

Kelebihan tipe Phlagmatis: Secara emosi: rendah hati, tenang dan sabar, simpatik, baik hati, pendiam, mampu mengendalikan/menyembunyikan emosi, mudah bersyukur, mudah bahagia. Dalam pekerjaan: mudah kompromi, mudah sepakat, menjadi penengah ketika ada masalah, menghindari konflik, kuat dalam tekanan. Dalam pertemanan: berhati-hati, tidak suka menyinggung orang lain, pendengar yang baik, punya banyak teman, mudah bergaul, menyenangkan dan rileks.

Kelemahan tipe Phlagmatis: masa bodoh dengan orang lain, tidak punya kepastian/pendirian (plin-plan), cuek, tidak peduli apa yang sedang dilakukannya.

Cara menghadapi tipe Phlagmatis: Sadarilah bahwa mereka memerlukan motivasi langsung. Bantulah mereka menetapkan tujuan jangan mengharapkan antusiasme. Sadari bahwa mereka menunda-nunda pekerjaan karena itu bentuk kontrol mereka. Paksalah mereka untuk membuat keputusan. Motivasilah mereka untuk menerima tanggung jawab.

 

Jenis dan ciri-ciri tipe kepribadian menurut Carl Gustav:

1. Introvert: sikap individu dengan pandangan subjektif dalam setiap memahami dan memandang kehidupan. Sehingga dalam kenyataanya, tipikal manusia yang memiliki karakter ini lebih suka bekerja sendiri. Mereka juga tampak pendiam karena memang menyukai suasana tenang dan selalu berpikir kedalam diri (reflektif). Intovert juga menggambarkan sebuah kepribadian orang yang selalu berpikir secara analitis dan mendalam. Bagi seorang introvert, suasana tanpa melibatkan interaksi yang terlalu banyak bersama orang lain adalah sesuatu yang didambakan. Tidak heran banyak yang beranggapan bahwa orang dengan kepribadian introvert adalah orang yang kurang ramah.

Ciri-ciri introvert: Pemikir, Pendiam, Suka menyendiri, Pemalu, Susah bergaul, Lebih suka bekerja sendiri, Lebih senang berinteraksi secara langsung dengan satu orang ( 1 on 1 interaction), Berpikir dulu baru berbicara atau melakukan, Suka berimajinasi, Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan, Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi, Tidak banyak bicara, tetapi senang mendengarkan cerita orang lain, Suka dengan kegiatan yang tenang misalnya membaca, memancing, bermain komputer dan bersantai.

2. Ekstrovert: merupakan inversi dari kepribadian introvert. Seseorang dengan karakter ini menyukai hal-hal yang melibatkan orang lain. Berada dalam komunitas dan aktivitas sosial merupakan hal yang menyenangkan bagi orang ekstrovert. Individu ini biasanya dikenal sebagai pribadi yang supel dan komunikatif. Mereka juga membuka dirinya dengan mudah bercerita kepada orang lain. Mereka ini mampu beradaptasi dengan mudah.

Ciri-ciri ekstrovert: Aktif, Senang bersama orang lain, Percaya diri, Suka beraktivitas, Suka bekerja kelompok, Mudah bergaul, Lebih senang berinteraksi dengan banyak orang, Mudah mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, Berbicara atau melakukan dahulu baru berpikir, Lebih suka berpartisipasi dalam suatu interaksi, Lebih suka bercerita, dari pada mendengarkan orang yang bercerita, Senang dengan kegiatan yang banyak orang seperti jalan-jalan, nongkrong, berpesta dan pergi konser.

3. Ambivert: tipe ambivert adalah gabungan antara karakter intovert dan ekstrovert. Orang dengan kepribadian ini seringkali disalahpahami sebagai orang yang mudah sekali berubah-ubah (pendiriannya). Misalnya saja, seseorang dengan karakter ambivert akan terlihat nyaman dengan keramaian, namun juga ia dapat menemukan kesenangan dalam kesendiriannya. Ciri lainnya, mereka terkadang tampil sebagai orang yang banyak bicara, dan di lain waktu menunjukkan sikap yang pendiam. Ini dikarenakan tipe kepribadian ambivert menyesuaikan dirinya dengan siapa mereka berinteraksi. Jika mereka berhadapan dengan introvert, maka ia akan lebih aktif dan komunikatif. Begitu juga sebaliknya jika mereka berhadapan dengan ekstrovert, mereka cenderung memilih menjadi orang yang pasif.     

Fakultas Psikologi

 

 

 

 


Post Views: 1421


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved